Minggu, 13 Maret 2011

Lombok (3)

Belajar menenun sukarere
Pantai Kuta dengan para penjual
Perjalanan kami lanjutkan menuju desa sukarere ( pengrajin kain tenun) disini kita bisa belajar menenun , menurut mba penenun orang baru bisa 3 bulan menyelesaikan satu buah kain (Opss lama aja) dan kalau wanita sudah bisa menenun boleh menikah (yippiiii ... berharap amiin) saya belajar menenun dan wuidih ribet and pegel (he he) setelah itu kami mengucapkan terimakasih dan memberi uang sekedarnya dan seikhlasnya . Haga kain bisa berkisar 500, 000 kalau dilihat dari pembuatannya ya the price cannot lie.

pasir pantai kuta
Selanjutnya kami menuju ke pantai kuta , dari mataram ke pantai kuta menempuh waktu 4 jam, kami melewati rumah asli suku sasak tapi kami tidajk singgah hanya berhenti sejenak karena waktu, kami langsung menuju Tanjung An  dan Pantai Kuta Lombok. Sepanjang perjalanan infrastruktur sedang dibangun dan banyak perbaikan jalan. karena 2 tahun mendatang bandara Selaparang akan dipindah ke Bandara international yang sedang dalam tahap 90% pembangunan . Tak lama lagi pasti akan lebih ramai disini. Dan pariwisata di kota yang cantik ini akan lebih mengeliat.
Tanjung An

Pantai kuta lombok dan tanjung An masih sangat perawan, karena belum terjamah dan masih sangat sepi , benar benar private beach . yang sangat disayangkan kami tidak bisa menikmati karena diserbu oleh penjual kain, baju, cendra mata . Pasir di pantai kuta ada dua dan unik seperti merica dan yang satu putih.

Tanjung An
Pariwisatanya belum semaju Bali tapi untuk bersenang senang dan escape dari kejenuhan Jakarta disini tempatnya. Kami meninggalkan keduanya dengan hati senat senut masih mupeng berlama lama tapi waktu membatasi karena kami harus pulang ke Jakarta. Dan untuk penginapan bisa browsing banyak penginapan dari yang kelas melati sampai berbintang. Akomodasi bisa menyewa kendaraan karena terus terang transportasi menjadi kendala dan kami harus mengejar pesawat pulang.

Akhirnya kami tiba dimataram kembali dan packing untuk pulang . Oleh oleh yang kami bawa adalah Kangkung Lombok dan Tahu (ha ha .. tapi bener kangkung disini beda dan enak banget ).

Time to go home ... Lombok 1000 mushola, ada pepatah di Lombok bisa melihat Bali tapi diBali tidak bisa melihat Lombok . That its true .. So belum puas menjelajah Lombok karena masih banyak spot yang belum kami jelajahi Insya Allah bila ada waktu akan balik ke Lombok untuk menjelajah Senaru, gili Nangau, Pegunungan Rinjani, dll

I LOVE INDONESIA ...........

Lombok (2)

Malimbu beach


Gili trawangan harbour
Akhirnya kami harus meninggalkan Gili nan elok, untuk melanjuti perjalanan kami menjelajah Lombok .. di Bangsal kami dijemput oleh Teman kami mas didiet dan  (lumayan memotong budget akomodasi cuma bayar bensin he he dan kami diajak menginap dirumahnya yippi alhamdulilah). Perjalanan dimulai kami mengunjungi Puri karang bolong (ada yg prewed disini) untuk masuk kesini ada beberapa pantangan seperti wanita tidak sedang haid untuk masuk kita menggunakan selendang kuning dan membayar Rp 5,000 setelah selesai, malimbu beach, garis pantai menuju malimbu beach sudah sangat bagus dan nyaman dilewati . Ada satu spot bisa melihat 3 gili dari kejauhan.
Taman Narmada

Tujuan selanjutnya adalah Lingsar, Pura ini terkenal karena ada belut raksasa yang melegenda katanya adalah tungangan Putri Anjani dari Gunung Rinjani. Menurut mitos belut ini akan keluar apabila hati kita bersih , dan untuk memancingnya ada pawang , kita harus membeli telur rebus Ro 2,000. Belut ini akhirnya dipancing oleh pawang dan eng ing eng belutnya muncul pertama anaknya seperti ular .. setelah itu induknya keluar besar sekali sebesar betis saya .. pawangnya bilang dari tadi belutnya tidak mau keluar dan mba mba ini pasti mempunyai hati bersih sehingga belutnya keluar semua, sebutkan permintaan mba (mitos percaya tak percaya.. insya allah dikabulkan) setelah itu kami mengucapkan terima kasih dan memberikan Rp 10,000 untuk pawang (seikhlasnya).

Next destination adalah Taman narmada merupakan replika dari gunung rinjani tempat peristirahatan raja lombok dengan istri dan anak anaknya (pemandian) . Disini ada kolam renang jadi kalau ada yang mau renang bawa baju renang . Airnya sangat segar bahkan gotnya saja bening saya berendam disini.

Pura ratu bolong
Dipenghujung hari kami melanjutkan ke senggigi beach untuk menikmati Sun Set . Disini cukup ramai hampir sama kaya ancol pasirnya hitam .. tapi spot untuk Sun Set sangat bagus disini, sayang cuaca tidak mendukung agak hujan tidak bisa melihat penuh matahari terbenam.

Gili Trawangan
The end of the day dan kami menginap dirumah mas didiet dengan senyum walau kelelahan luar biasa.

Sun Set senggigi

Minggu, 06 Maret 2011

Lombok (1)

plecing kangkung
bangsal

gili trawangan di waktu senja
Perjalanan melepas penat dan sumpeknya jakarta kali ini berpatokan dari majalah anak anak Potret negeriku Edisi  Pulau Lombok, Jalan Jalan kali ini hasil celotehan dari jalan jalan kami sebelumnya di Bromo setelah browsing sana sini mencari review dari catatan perjalanan orang lain bahkan Lonely planet pun lewat. Cukup dengan majalah anak anak tapi isinya semua mengenai pulau Lombok (engga sengaja setelah melihat bobo keponakan). kami tiba dibandara salaparang  (bandara international dalam  tahap penyelesaian infrastruktur kemungkinan 2 tahun lagi  )pada malam hari . Untuk tiba ke mataram pesawat dari jakarta hanya ada 2 maskapai Garuda dan Lion (kalau mau mendapat yang murah cari promo pp harga lumayan miring dan kudu jauh jauh hari ) selain itu penerbangan umumnya transit dari Bali atau Surabaya. Makanan favorit dengan tingkatan peda pelecing kangkung dan beberok beserta ayam taliwang jangan lupa ya.

Pantai Sire
gili meno
Pelarian  Hari pertama dalam schedule kami adalah 3 gili yang terkenal yaitu Trawangan, Meno, Air. Untuk mencapai gili ini harus ditempuh melalui pelabuhan bangsal  (30 menit untuk ke trawangan). Untuk mencapai Bangsal dari Mataram menempuh jarak 1,5 jam melalui Pusuk daerah dataran tinggi yang dipenuhi oleh Monyet . Kalau hendak berhenti bisa kok narsis sama binatang lucu ini jangan lupa bawa kacang ya . Oh iya kendaraan tradisional di pulau ini adalah cidomo (kereta kuda tapi rodanya agak besar) selain itu ada angkot (hmm masalah utama harus tunggu penuh dulu baru jalan plus musik super heboh ), taxi.  Dibandara kalau hendak mendapat taxi yang ada argo (blue bird)  harap keluar bandara agak jalan sedikit karena taxi didalam akan digetok tanpa argo). Be careful untuk dibangsal calonya luar biasa maksa jadi untuk tiket beli saja di tempat penjualan tiket resmi untuk ke gili trawangan one way Rp 12,500 . Kebetulan kami menyewa kapal untuk menikmati 3gili dan berakhir di gili trawangan . Sepertinya selalu serba kebetulan kami mendapat sewa kapal murah karena kenal dengan preman gili (lumayan). Well perjalanan dimulai tapi kami tidak melalui bangsal pintu masuk  gili melalui pantai yang tak tersentuh dan cantik nama nya Sire sayang planknya sudah dimakan usia tak terlihat  mulailh jurney kami menyusuri gili air , ho ho snorkling time and keren sayang tidak mebawa kamera underwater . selanjutnya gili meno this place seperti punya pantai pribadi dan sangat putih  and then snorkling again perjalann berakhir menginap di gilitrawangan .. gili ini paling ramai . Untuk penginapan jangan khawatir dari rate yang 50 ribu sampai jutaan ada. Hmm well untuk 50 rb harap maklum kipas angin dan air payau (lengket ) jangan khawatir pasti banyak penginapan kalau etidak sempat booking  its ok. Malam kami menyusuri gili trawangan dan menikmati malam disana. dan konyolnya ketika pulang kami lupa dimana penginapan kami he he he  yg lain mabok alkohol kami mabuk angin malam. Jangan lupa bawa senter karena agak gelap bila memilih penginapan agak kedalam. Diakhiri dengan senyum dan kami tidur dipulau indah ini.
gili air start snorkling

beberok